Senin, 21 September 2015

sel eukariotik



MAKALAH INDIVIDU BIOKIMIA
PROFIL SEL (SEL EUKARIOTIK
Pada HEWAN DAN TUMBUHAN)


Disusun Oleh :
Nama : Kusmi Handayani
NIM : J1A114094
Prodi/Kelas : Teknologi Hasil Pertanian/IIIB
Dosen Pengampu : Mursyid, S.Gz. M.Si



UNIVERSITAS JAMBI
TEKNOLOGI PERTANIAN/TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
2015


Kata pengantar

Assalamu’allaikum Wr.Wb.
Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan hikmat dan karunia-Nya sehingga saya bisa menyelesaikan makalah ini. Makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui ilmu Biokimia yang khususnya akan dibahas tentang “PROFIL SEL pada SEL EUKARIOTIK”.
Saya meminta maaf  jika adanya kekurangan dalam makalah ini dan saya mohon kritik dan sarannya yang bersifat membangun kepada para pembaca dan pendengar agar saya selaku penyusun makalah mampu memperbaiki kesalahan dan  mempermudah saya dalam menyusun makalah ini. Saya mengucapkan terima kasih atas kerja samanya.
Semoga TUHAN senantiasa menyertai kita semua, amin.
Wassalamu’allaikum Wr.Wb.

Penulis, 11 September 2015

(Kusmi Handayani)


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Sel merupakan unit dasar struktural dan fungsional bagi semua organisme hidup. Sel memiliki sistem organisasi molekuler dan biokimiawi yang mampu menyimpan  informasi, menerjemahkan informasi, mensintesis molekul sel, serta menggunakan sumber energi untuk melakukan kegiatan.  Sel-sel mampu bergerak dan mengkompensasikan fluktuasi lingkungan melalui reaksi-reaksi biokimiawi alternatif di bagian dalamnya. Sel dapat menduplikasi, melangsungkan informasi turun-temurun seperti juga sistem utama biokimiawi dan molekulernya, sebagai bagian reproduksi sel. Semua kegiatan ini dikemas dalam suatu unit struktural yang pokok dalam bentuk kecil.
Meskipun sel adalah bagian terkecil makhluk hidup, namun setiap sel mempunyai fungsi yang luar biasa. Masing-masing sel memiliki kemampuan untuk bereproduksi dengan cara membelah diri. Sel juga mampu melakukan metabolisme tubuhnya secara sempurna, baik mulai dari mengambil nutrisi dan bahan baku, memproduksi berbagai senyawa yang menghasilkan energi maupun mendistribusikan hasil metabolismenya. Kinerja dari sebuah sel tergantung dari kemampuan setiap sel untuk mengambil dan menggunakan setiap energi kimia yang berada di dalam zat-zat organik. Sel juga mampu membuat protein yang bisa memperlancar kerja sebuah organisme, seperti berbagai enzim. Contoh, setiap sel pada mamalia mampu membuat sekitar 10 ribu jenis protein. Jika kondisi lingkungan tidak sesuai untuk organisme dan bisa membahayakan kehidupan, maka sel juga berfungsi sebagai indikator respon rangsang, baik internal maupun eksternal

1.2  RUMUSAN MASALAH
Dalam makalah yang telah disusun ini, dengan latar belakang yang ada dapat ditarik beberapa rumusan masalah, diantaranya :
1.      Apa itu sel eukariotik?
2.      Apa saja ciri-ciri sel eukariotik?
3.      Perbedaan sel prokariotik dan sel eukariotik?
4.      Apa saja bagian-bagian sel eukariotik?
5.      Jelaskan perbedaan struktur sel hewan dan sel tumbuhan?
1.3  TUJUAN PENULISAN
1.      Menjelaskan sel eukariotik.
2.      Menjelaskan ciri-ciri sel eukariotik.
3.      Menjelaskan perbedaan sel prokariotik dan sel eukariotik.
4.      Menjelaskan struktur dan fungsi bagian-bagian sel eukariotik.
5.      Menjelaskan perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan.
1.4  MANFAAT PENULISAN
1.      Untuk mengetahui sel eukariotik.
2.      Untuk mengetahui ciri-ciri sel eukariotik.
3.      Untuk mengetahui perbedaan sel prokariotik dan sel eukariotik.
4.      Untuk mengetahui bagian-bagian sel eukariotik.
5.      Untuk mengetahui perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil dari makhluk hidup. Dari kupu-kupu hingga kanguru, dari pohon kelapa hingga pohon cemara semua tersusun atas sel. Makhluk hidup yang tersusun dari satu sel saja disebut organisme uniseluler, dan makhluk hidup yang tersusun lebih dari satu sel disebut organisme multiseluler. Meskipun memiliki ukuran sangat kecil, sel tergolong luar biasa. Kenapa? Karena, sel bagai sebuah pabrik yang senantiasa bekerja agar kehidupan terus berlangsung. Ada bagian sel yang berfungsi menghasilkan energi, ada yang bertanggung jawab terhadap perbanyakan sel, dan ada bagian yang menyeleksi lalu lintas zat masuk dan keluar sel (Ir.A.G.kartosopoetra : 2004 : hal 13).
2.1 Sejarah Penemuan Sel
Sel adalah unit terkecil dalam organisme hidup, baik dalam dunia tumbuh-tumbuhan maupun hewan. Sel terdiri atas protoplasma yaitu isi sel yang terbungkus oleh suatu membran atau selaput sel. Dalam Evolusi Sains seringkali berada sejajar dengan penemuan peralatan yang memperluas indera manusia untuk bisa memasuki batas-batas baru. Penemuan dan kajian awal tentang sel memperoleh kemajuan yang sejalan dengan penemuan dan penyempurnaan mikroskop pada abad ke tujuh belas. Sehingga mikroskop sejak awal tidak dapat dipisahkan dengan sejarah penemuan sel, yang dijelaskan dalam pemaparan berikut :
·      Galileo Galilei (Awal abad-17) dengan alat dua lensa menggambarkan struktur tipis dari mata serangga. Gallei sebenarnya bukan seorang biologiwan pertama yang mencatat hasil pengamatan biologi melalui mikroskop.
·      Robert Hooke (Inggris, 1635-1703) merupakan orang yang pertama kali memperkenalkan istilah sel dalam bukunya, Micrographia (1665). Ia mengamati satu sayatan tipis gabus dengan menggunakan mikroskop hasil rancangannya. Dalam sayatan gabus (Querqus suber) tersebut tampak ruangan atau kamar-kamar kecil yang dipisahkan oleh dinding tebal menyerupai sarang lebah. Kamar-kamar kecil kecil tersebut disebut dengan nama Latin cellulae atau sel.
·      Anton van Leeuwenhoek (Belanda, 24 Oktober 1632–26 Agustus 1723), menjadi orang pertama yang melihat benda hidup yang sangat kecil di dalam air rendaman jerami dengan menggunakan mikroskop sederhana. Ia melihat beragam spermatozoa, bakteri dan protista.
·      Jean Baptiste de Lamarck (Prancis, 1744-1829) menyatakan bahwa setiap makhluk hidup merupakan kumpulan sel dan di dalam setiap sel bergerak cairan yang kompleks.
·      Robert Brown, R. Strasburger, dan C. Bernard (1733-1858). Robert Brown, pada (1820) merancang lensa yang dapat lebih fokus untuk mengamati sel. Titik buram yang selalu ada pada sel telur, sel polen, sel dari jaringan anggrek yang sedang tumbuh. Titik buram disebut sebagai nukleus. Strasburger menyatakan bahwa setiap inti sel berasal dari inti sel sebelumnya yang terbentuk lewat pembelahan. Sedangkan Bernard menyatakan bahwa inti sel mengatur pekerjaan sel dan merupakan struktur sel terpenting.
·      Matias Jacob Schleiden (1838) berpendapat bahwa ada hubungan yang erat antara nukleus dan perkembangan sel.
·      Schleiden (1804-1881) dan T.Schwann (1810-1882). Schleiden adalah ahli anatomi tumbuhan, sedangkan Schwann adalah ahli anatomi hewan. Schleiden dan Schwann berpendapat bahwa setiap tubuh tumbuhan dan hewan tersusun dari sel.
·      Felix Dujardin (1835), menyatakan bahwa bagian terpenting dari sel hidup adalah cairan yang selalu terdapat di dalam setiap sel hidup yang disebut protoplasma.
·      Johannes Purkinje dan Hugo Van  Mohl (1840), memperkenalkan istilah protoplasma.
·      Max Schultze (1825-1874), berpendapat bahwa protoplasma merupakan  struktur dasar makhluk hidup yang melangsungkan seluruh proses hidup.
·      Rudolf Virchow (1858), berpendapat bahwa setiap sel berasal dari sel sebelumnya (omnis cellula e cellula).
·      Teodor Schwan (1810-1830). Sel adalah bagian dari organisme.
  
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Pengertian Sel Eukariotik
Sel merupakan satu unit kehidupan. Semua benda hidup baik hewan atau tumbuhan disusun oleh sel. Sel-sel ini berkumpul dan bergabung dengan adanya bahan perantara yaitu sel diantaranya untuk membentuk jaringan seperti otot, tulang rawan dan saraf. Dalam keadaan tertentu , beberapa jaringan bergabung dan membina organ seperti kelenjar, pembuluh darah, kulit dan lain-lain.
 Sel ke dalam dua kelompok, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Namun, pada makalah ini saya sebagai penulis hanya membahas mengenai sel eukariotik pada hewan dan tumbuhan. Eukariot dibangun dari kata Eu dan Karyon. Eu berarti sungguh dan Karyon berarti inti. Jadi, sel eukariotik adalah sel-sel yang telah memiliki inti sel, atau sel yang memiliki materi inti yang terorganisasi dalam suatu selaput, sehingga inti selnya tampak jelas (Sumardi dan Marianti, 2007).
3.2 Ciri-ciri Sel Eukariotik
Ciri penting dari sel eukariotik adalah  adanya membran atau selaput inti sel. Dengan adanya membran ini, maka materi genetik tidak tersebar ke seluruh sitoplasma sel, namun terbungkus rapi di dalam selaput. Tipe sel eukariotik pada tumbuhan sedikit berbeda dengan hewan. Pada sel hewan, bagian luar sel tidak ditemukan adanya dinding sel, sebaliknya pada tumbuhan dan jamur ditemukan adanya dinding sel. Walau demikian, dinding sel tumbuhan dan sel jamur secara kimiawi berbeda penyusunnya. Pada jamur didominasi oleh kitin sedangkan pada tumbuhan selulosa. Pada tumbuhan ditemukan adanya organel kloroplas sedangkan pada jamur dan hewan tidak ditemukan. Selain perbedaan tersebut pada dasarnya baik sel hewan, tumbuhan,  dan jamur memiliki struktur yang serupa.
Makhluk hidup seluler baik yang bersel tunggal (uniselular) maupun yang bersel banyak (multiselular) berdasarkan pada beberapa sifatnya, antara lain ada tidaknya sistem endo-membran, dikelompokkan dalam dua tipe sel, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Sel eukariotik merupakan tipe sel yang memiliki sistem endo-membran. Pada sel eukariotik, inti tampak jelas karena dibatasi oleh sistem membran. Pada sel ini, sitoplasma memiliki berbagai jenis organel seperti badan golgi, retikulum endoplasma (RE), kloroplas (khusus pada tumbuhan), mitokondria, badan mikro, dan lisosom. Sel dari Domain Eukariotik (Tumbuhan, Binatang, Fungi, dan Protista) memiliki nucleus yang sebenarnya (dengan membran ganda) yang melindungi kromosom, dan terdapat berbaagai organel bermembran yang bebas yang ditemukan pada sitoplasma. Sel eukariotik yang autotropik, dapat dikenali dengan adanya struktur fotosintetik yang disebut kloroplas yang tidak ditemukan pada sel yang heterotropik.
Sel tumbuhan memiliki dinding sel yang kaku yang terdapat di luar membran sel (sama seperti Fungi, beberapa Protista dan sebagian besar Arkhaea dan Bakteria) tetapi sel binatang tidak memiliki dinding sel.

3.3 Perbedaan Sel Prokariotik dan Sel Eukariotik
No
Perbedaan
Prokaryotik
Eukaryotik
1
Ukuran sel
1-10 µm
10-100 µm
2
Jumlah sel
Bersel tunggal
Bersel banyak
3
Metabolisme
Anaerobik atau aerobik
Aerobik
4
Organel
Sedikit atau tidak ada
Inti, mitokondria, kloroplas, jaringan endoplasma, dll
5
Tempat DNA
Dalam sitoplasma
Dalam inti dan mitokondria
6
Struktur DNA
Melingkar
Lurus dan panjang, mangandung bagian-bagian bukan pembawa informasi
7
Sintesis RNA dan protein
Pada tempat yang sama
RNA disintesis dan diproses dalam inti, protein dalam sitoplasma
8
Terdapat pada
Bakteri, sianobakteri, ganggang, dll
Manusia, hewan, tumbuhan
9
Kromosom
Tunggal
Ganda
10
Inti sel
Tidak ada
Ada
11
Pembelahan sel
Amitosis
Mitosis/Meiosis

3.4 Struktur Sel Eukariotik dan Fungsinya
      
       Komposit sel hewan. Sel hewan adalah sel sel eukariot biasa yang mengandung organel dan struktur yang ditemukan dalam protista, jamur dan tumbuhan.


Komposit sel tumbuhan. Sebagian besar sel tumbuhan mengandung kloroplas, sisi fotosintesis dalam tumbuhan dan alga, vakuola, organel berisi cairan yang mengandung zat terlarut dan sampah-sampah sel dan sel kaku dinding yang tersusun dari selulosa. 

SEL UTAMA
a.       Membran Plasma
http://www.acpfg.com.au/blog/wp-content/uploads/2012/10/Fluid-Mosaic-Model_3.pngMenurut Daniel dan Davson (1930) menggambarkan membrane sel yang tersusun tiga lapisan seperti sandwich yang kemudian dikenal dengan hipotesis sandwich. Sedangkan menurut Singer dan Nicholson mengemukakan teori fluid mosaic model (model mosaic cairan). Dalam teori ini dijelaskan membrane adalah mosaic dari molekul protein yang mengapung pada lapisan lipida.
Membran sel atau membran plasma (plasmalemma) merupakan bagian terluar dari sel yang bertindak sebagai pembatas antara inti sel dengan lingkungan luarnya. Membran plasma tersusun dari molekul lemak (2 lapis, bagian tengah membran atau disebut juga dengan lipid) dan molekul protein (luar :  protein perifer (protein tepi atau disebut juga dengan lipo-protein) yaitu menyusun tepi luar & dalam membran; selain itu ada protein yang menembus ke dalam 2 lapisan lemak (disebut protein integral). Membran plasma memilik beberapa fungsi yaitu :
·         Untuk  mengatur keluar masuknya zat dan sebagai penerima rangsang dari luar,
·         Untuk melindungi isi sel (mempertahankan isi sel);
·         Bersifat semi-permeabel/selektif permeabel; berarti hanya zat-zat tertentu yang dapat melewati membran
·         Sebagai reseptor (penerima) rangsangan dari luar sel (bagian sel yang berfungsi sebagai reseptor adalah glikoprotein); rangsang kimia, misalnya : hormon, racun,  listrik, mekanik.
Pada sel tumbuhan dan prokariotik, membrane sel berubah menjadi kaku disebut dinding sel berfungsi sebagai pelindung dan penunjang. Organel tersebut terbentuk dari hasil aktivitas protoplasma.
Di antara dinding sel yang berdekatan terdapat lamella tengah dan pori. Melalui pori, plasma dua sel yang bertetangga dihubungkan oleh benang-benang plasma (plasmodesma). Pasmodesma berperan memfasilitasi gerakan berbagai zat dan penghantaran impuls antar sel.
b.      Nukleus atau inti sel
Inti Sel (Nukleus) merupakan organel sel terbesar. Bentuknya bulat hingga oval. Inti sel terlindung oleh membrane inti atau karioteka, kecuali sel daraah merah dewasa dan sel floem. Pada umumnya, setiap sel memiliki satu nucleus, kecuali pada sel beberapa jenis organisme, missal sel paramecium dan otot lurik. Inti sel terdiri dari :
·         Selaput inti atau membrane nucleus (Karioteka),
Karioteka terdiri atas dua lapis membrane yang berfungsi sebagai pembungkus dan pelindung nucleus. Membrane ini memiliki hubungan langsung dengan reticulum endoplasma. Pada membrane ini ada lubang-lubang yang memungkinkan terjadinya pertukaran zat antara plasma nucleus dan sitoplasma.
·         Nukleoplasma (Kariolimfa) atau matriks,
Nukleoplasma yaitu cairan nucleus berbentuk gel yang kaya dengan substansi kimia, seperti ion-ion, protein, enzim, nukleotida dan benang-benang kromatim. Benang-benang kromatim terdiri atas DNA. Benang-benang kromatim yang memendek, menebal dan mudah menyerap zat warna saat pembelahan sel disebut kromosom.
·         Kromatin/Kromosom,
Kromatim merupakan butiran yang ada pada matriks ini dan tersusun atas protein. Butiran kromatim mampu menyerap warna.
·         Nukleolus (anak inti).
Nucleolus banyak mengandung DNA yang bertindak sebagai organisator nucleus. Fungsi utamanya untuk mensintesis RNA atau protein.
Berdasarkan ada tidaknya selaput inti, di kenal dua penggolongan sel yaitu : Sel Prokariotik (sel yang tidak memiliki selaput inti), misalnya bakteri, ganggang biru. Sel Eukariotik (sel yang memiliki selaput inti). Fungsi dari inti sel :
·         mengatur semua aktivitas (kegiatan) sel, karena di dalam inti sel terdapat kromosom yang berisi ADN yang mengatur sintesis protein,
·         pembawa informasi genetic,
·         pengatur pembelahan sel,
·         memasukkan ARN dan unit ribosom kedalam sitoplasma.
c.       Sitoplasma
Sitoplasma adalah protoplasma yang mengisi ruangan diantara membrane plasma dan nucleus. Sitoplasma pada sel tumbuhan ada dua bagian yaitu ektoplasma dan endoplasma. Ektoplasma adalah sitoplasma yang berbatasan dengan membrane. Sedangkan endoplasma adalah sitoplasma pada bagian yang lebih dalam. Pada ektoplasma tumbuhan ada banyak plastida.
Pada sel hewan, ektoplasma adalah membrane plasma itu sendiri. Seddangkan cairan disebelah dalam ektoplasma merupakan endoplasma. Pada hewan tak ditemukan komponen plastid.
Sitoplasma tersusun atas sitosol dan organel. Sitosol adalah substansi koloid, maka sitoplasma juga bersifat koloid. Kandungan kimia sitoplasma adalah air (75%) dan protein (25%) . protein dan enzim ini yang membuat sitoplasma kental seperti gelatin yang lengket. Selain air dan protein, di sitoplasma ada sejumlah molekul nonprotein. Beberapa jenis ion dan ATP juga ditemukan teratur dalam sitoplasma. Sifat koloid sitoplasma yaitu :
·         Partikel koloid bersifat transfaran
·         Partikel koloid berukuran lebih besar dari larutan murni namun lebih kecil dari larutan suspense
·         Efek tyndall adalah kemampuan molekul memantulkan cahaya.
·         Elektroforesis adalah kemampuan sitoplasma menghantarkan listrik atau bersifat elektrolit.
·         Gerak rotasi adalah gerak sitoplasma mengintari vakuola besar.
·         Gerak sirkulasi adalah gerak sitoplasma yang tak menentu dan mengintari vakuola kecil.
·         Siklosis terjadi saat koloid pada fase nol, yaitu fase saat koloid masih banyak mengandung air.
·         Gerak brown adalah gerak sitoplasma secara acak atau zig-zag tak beraturan sehingga molekul dalam koloid saling bertabrakan.
Fungsi sitosol yaitu :
·         Sumber bahan kimia bagi sel
·         Tempat terjadinya reaksi metabolism, seperti glikolisis, sintesis protein, dan sintesis asam lemak.
ORGANEL SEL
a.       Cilia atau Flagela
Cilia (tunggalnya cilium) dan flagela (tunggalnya flagelum) adalah alat atau mesin pergerakan sel, yang muncul dari suatu sel tertentu. Cilia dalam satu sel jumlahnya banyak, dan ukurannya pendek, sedangkan flagelanya tunggal atau sedikit jumlahnya dan ukurannya bisa panjang. Baik cilia atau flagela tersusun atas bagian tengah atau pusat mikrotubul dobel dikelilingi oleh 9 mikrotubul dobel. Oleh karena itu, susunan cilia atau flagela sering disebut struktur atau pola 9+2 disebut struktur azoneme. Mikrotubul pada cilia dan flagela bertindak sebagai pendukung sekaligus alat pergerakan ketika organel cilia dan flagela bergetar. Pergerakan organel itu disebabkan karena mikrotubul penyusunnya berlekuk.
b.      Retikulum endoplasma
http://thecellorganelles.weebly.com/uploads/8/9/2/6/8926272/7676250.jpg?303Retikulum Endoplasma adalah system membrane kompleks yang tersusun tak beraturan dalam plasma sel eukariotik. Jaringan lembaran membrane disebut reticulum endoplasma (RE) memanjang dari membrane luar inti. Reticulum endoplasma (RE) yaitu struktur berbentuk benang-benang yang bermuara di inti sel. Daerah cair yang ada didalam reticulum endoplasma (RE) disebut lumen. Dalam banyak sel, bagian dari permukaan RE terikat pada ribosom yang aktif dalam mensintesis protein. Didalam retikulum endoplasma dikenal dua bagian, yaitu :  
·                     http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/9e/Blausen_0350_EndoplasmicReticulum.pngRE kasar (bergranula) karena terdapat unit-unit ribosom pada permukaan eksternal membrannya yang berfungsi sebagai transfer dan sintesis protein. Selain itu, didalam RE kasar terdapat ribosom, yang berfungsi untuk transpor dan sintesis protein. Dalam sintesis tersebut, protein diubah menjadi glikoprotein yang diangkut oleh sinterna diteruskan ke RE halus menuju apparatus golgi menuju kembali ke organel sel yang lain dan ditimbun sebagai lisosom.
·         RE halus (tak bergranula)
RE halus tidak memiliki ribosom pada permukaannya. RE halus banyak terdapat dalam sel-sel hepar dan kelenjar adrenal. Dalam RE halus tidak terdapat ribosom, yang berfungsi untuk transpor, sintesis lemak dan steroid.
Fungsi RE yaitu sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri, sebagai penghubung antara membrane plasma dengan membrane inti tempat melekatnya ribosom, tempat sintesa steroid. Struktur RE hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. RE juga bertindak sebagai saluran-saluran dalam sitoplasma yang berhubungan dengan nucleus.
c.       Mitokondria
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEih60nUrrPxhkETfOLgxOmYo2-MGFrBfHaUKvJzGcJ4oXfLpTCElTDoEtiSPlKPDpiWtmU6V5ATLDvBemXbnkqphsS8CVAZIld_ysq_g-pnsMNymR70kttWbTUXylTwsi67TtXlptS7fD2a/s1600/c.jpgMitokondria memiliki membrane dalam dan membrane luar. Membran mitokondria mengandung DNA dan ribosom atau sering disebut kondrisom (bentuk silindris), dinding dalam berliku-liku sedang bagian dalam polos, matriks disebut Krista. Fungsi mitokondria adalah sebagai pusat respirasi seluler  (aerob) yang menghasilkan banyak ATP (energi). Respirasi sel terjadi dimatriks dan Krista. Karena itu, mitokondria diberi julukan "The Power House". Mitokondria (bentuk tunggalnya adalah mitokondrion) adalah organel yang mengubah energi kimia menjadi energi yang lain.
d.      Lisosom
http://themicroscopicplant.weebly.com/uploads/9/1/8/9/9189496/1376726.jpg?399Lisosom berasal dari kata lyso berarti pencernaan dan som berarti tubuh. Lisosom merupakan organel berbentuk kantong yang terbungkus oleh satu lapisan membrane. Lisosom mengandung enzim hidrolik yang banyak terdapat pada leukosit. Fungsi lisosom adalah :
·         sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler. Salah satu enzimnya itu bernama Lisozym.
·         Mencerna materi yang diambil secara endositosis.
·         Autofog : penyingkiran struktur yang tak dikehendaki dalam sel.
·         Eksositosis : pembebasan enzim diluar sel.
·         Autolysis : penghancuran diri sel dengan cara membebaskan semua isi lisosom dalam sel.
e.       Ribosom
Ribosom (Ergastoplasma) berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar dan kecil, ada yang melekat sepanjang RE dan ada yang soliter. Ribosom tersusun dari protein dan RNA ribosom dengan perbandingan yang sama. Ribosom merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam sel. Fungsi ribosom adalah  tempat sintesis protein. Pelaksana sintesis disebut RNA.

f.       Badan Golgi atau Apparatus golgi
Badan Golgi (Apparatus Golgi = Diktiosom) dihubungkan dengan fungsi ekskresi sel. Badan Golgi berbentuk kantong pipih yang terkonsentrasi pada salah satu sisi nucleus dan ditemukan pada sel kelenjar. Pada sel tumbuhan, badan golgi disebut diktiosom. Fungsi badan golgi yaitu :
·         Mengangkut dan mengubah secara kimia materi-materi yang ada didalamnya.
·         Menghasilkan lender, lilin, getah, dan sekresi yang bersifat lengket.
·         Sekresi protein, glikoprotein, karbohidrat dan lemak serta transfor lemak.
·         Membentuk lisosom dan enzim pencernaan yang belum aktif (zimogen dan koenzim)
g.      Badan mikro
Badan mikro merupakan organel kecil yang terlindung oleh selapis membrane. Ukurannya sebesar lisosom. Organel ini memiliki cirri khas yaitu memiliki enzim katalase dan oksidase. Enzim yang berperan dalam penguraian hydrogen peroksida menjadi air da oksigen. Hydrogen peroksida adalah senyawa bersifat toksis dalam sel yang merupakan hasil samping reaksi oksidasi dalam sel. Karena bersifst toksis, senyawa ini harus diuraikan untuk dibuang. Contoh :
·         Peroksisom berperan dalam metabolisme lemak menjadi karbohidrat. Pada hewan, peroksisom terkurung dalam sel-sel hati dan ginjal, sedangkan sel tumbuhan ada dalam berbagai tipe sel. Organel ini mengandung enzim katalase yang berperan dalam penguraian hydrogen peroksida dan dalam metabolism lemak dan fotorespirasi.
·         Glioksisom banyak ditemukan dalam sel tumbuhan yang mengandung enzim katalase dan oksidase yang berperan dalam proses metabolism sel. Glioksisom banyak dijumpai pada jaringan yang banyak mengandung lemak. Glioksisom mengandung enzim yang mengubah lemak jadi gula.
h.      Skeleton
Skeleton (sitoskeleton) adalah rangka sel yang ada diantara nucleus dengan membrane sel eukariotik yang berfungsi untuk pergerakan sel dan transfor zat. Sitoskeleton terdiri atas tiga elemen yaitu :
·         Mikrotubulus
Mikrotubula tersusun atas protein tubulus. Fungsinya sebagai spindle, sentrol, silia, dan flagella.
·         Mikrofilamen
Mikrofilamen Seperti Mikrotubulus, tetapi lebih lembut. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel, sitoplasma, kontraksi otot, dan pembelahan sel.
·         Filament
Karakteristik Sel Hewan dan Perbedaannya dengan Sel Tumbuhan
A.    Karakteristik
Sel hewan bentuknya bervariasi karena tidak memiliki dinding sel yang keras. Protoplasmanya hanya dilindungi oleh membran tipis dan tidak kuat. Ada beberapa sel hewan (khususnya hewan bersel satu) yang terlindungi oleh cangkok keras dan kuat. Cangkok ini biasanya tersusun dari zat kresik dan partikel serta banyak terdapat pada Euglena dan Radiolaria.
Pada umumnya, sel hewan tidak mempunyai vakuola. Jika terdapat vakuola, ukurannya pun sangat kecil. Amoeba da paramaecium adalah beberapa jenis hewan bersel satu yang memiliki vakuola.
Di dalam satu sel hewan terdapat dua sentriol. Kedua sentriol tersebut ada dalam satu tempat yang disebut sentrosom. Pada saat terjadi pembelahan sel, setiap sentriol memisahkan diri menuju kutub berlawanan memancarkan benang-benang gelendong pembelahan yang akan menjerat kromosom.


3.5  Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
Sel tumbuhan memiliki bebarapa karakteristik yang tidak ditemukan di sel hewan. Jika di perhatikan, bebarapa jenis hewan (invertebrata dan vertebrata) mampu melakukan pergerakan untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Contohnya : seekor harimau yang berlari cepat mengejar mangsanya. Hal ini karena struktur satuan penyusun jaringan tubuhnya tidak kaku dan lentur.
Tumbuhan sama sekali tidak dapat melakukan pergerakan karena sifatnya menetap dan kaku. Perbedaan inilah yang menegaskan bahwa komponen penyusun sel pada hewan berbeda dengan penyusun sel pada tumbuhan. Tumbuhan dapat mensintesis atau menghasilkan makanan sendiri, sedangkan hewan tidak mampu sama sekali. Berikut beberapa perbedaan sel hewan dengan sel tumbuhan.
a.       Dinding sel
Dinding sel merupakan bagian terluar dari sel dan dibentuk oleh lapisan-lapisan protoplasma. Dinding sel primer terbentuk pada waktu sel membelah dan setelah mengalami penebalan dengan zat lignin, cutin, suberin (gabus) berubah menjadi dinding sekunder. Fungsi dinding sel yaitu :
·         Melindungi bagian sel ada didalamnya.
·         Sebagai jalan masuk-keluar air beserta materi terlarut.
·         Memberi bentuk tertentu dan memperkokoh sel.
·         Bersama vakuola berperan dalam menjaga turgiditas sel untuk menopang tubuh.
Dinding sel hanya terdapat pada tumbuhan sehingga sel tumbuhan bersifat kokoh dan kaku (tidak lentur seperti sel hewan). Dinding sel ini banyak tersusun atas selulosa (suatu polisakarida yang terdiri dari polimer glukan atau polimer glukosa). Dinding sel memiliki struktur diantaranya :
·         Dinding primer tersusun atas serat selulosa yang kuat daya regangnya.
·         Diantara dua dinding sel yang berdekatan ada lamella tengan yang terdiri atas magnesium dan kalsium pektat berupa sel.
·         Antara dua dinding sel yang berdekatan ada pori-pori yang berhubungan dengan benang-benang sitoplasma. Pori-pori dan benang-benag sitoplasma disebut plasmodesmata yang berfungsi member fasilitas gerakan berbagai zat antar sel jalan zat/mineral dari sel satu ke sel tetangga.
b.      Sentriol
Sentriol adalah organel tak bermembran dan hanya ditemukan pada sel hewan dan protista. Sentriol berukuran kecil, jumlahnya hanya sepasang dan letaknya dekat dengan membran inti dalam posisi tegak lurus. Organel ini akan memisahkan diri satu sama lain dan membentuk glendong pembelahan pada saat berlangsungnya pembelahan sel. Organel berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel (Mitosis maupun Meiosis), control pergerakan atau tonjolan sel, pembentukan sitoskelet. Sentrosom bertindak sebagai benda kutub dalam mitosis dan meiosis. Sentriol hanya dimiliki sel hewan dan protista yang berfungsi untuk menarik kromosom menuju dua kutub. Masing-masing sentriol mengandung mikrotubulus yaitu salah satu bahan yang membina rangka sel (sitoskelet).
Sentriol berfungsi pada control pergerakan atau tonjolan sel, pembentukan sitoskelet, dan orientasi pembelahan sel.
c.       Plastida
Plastida adalah organel yang memiliki membrane ganda. Plastida ada yang memiliki pigmen warna dan ada juga yang tidak. Plastida hanya ditemukan pada tumbuhan. Plastida merupakan hasil perkembangan dari proplastida. Proplastida dapat berubah menjadi tiga tipe, yaitu :
·         Leukoplas
Leukoplas adalah plastida berwarna putih atau tak berwarna. Berdasarkan fungsinya, leukoplas dibagi tiga yaitu leukoplas yang membentuk dan menyimpan amilum/pati (amiloplas), lemak (elaioplas), dan protein (proleoplas), lipidoplas sebagai tempat pembentukan dan penyimpan zat lipida padat atau lipida cair (minyak).
·         Kloroplas
Kroloplas adalah organel sel ber-membran yang hanya ada pada sel tumbuhan. Kloroplas merupakan plastida yang mengandung pigmen hijau (klorofil), pigmen karotenoid dan pigmen fotosintesis lainnya yang berperan untuk menyerap energy cahaya menjadi energy kimia. Pigmen fotosintetik terletak pada system membrane dan bertebaran di seluruh bahan dasar (stroma). Kloroplas mengandung pigmen fotosintesis yang dapat melangsungkan proses fotosintesis. Oleh karena itulah, tumbuhan digolongkan sebagai produsen karena mampu memproduksi makanan sendiri. Kloroplas tersusun atas :
1.      Tilakoid : kantung-kantung pipih yang didalamnya ada cairan (stroma).
2.      Grana : tumpukan kantung-kantung pipih. Stroma adalah tempat berlangsungnya reaksi gelap (reaksi yang menggunakan cahaya dan menghasilkan senyawa ATP dan NADPH) pada proses fotosintesis, sedangkan reaksi terang berlangsung di membrane tilakoid tepatnya didalam stroma dan menghasilkan glukosa.
Klorofil dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu :
1.      Klorofil a : warna hijau biru
2.      Klorofil b : hijau kuning
3.      Klorofil c : hijau cokelat
4.      Klorofil d : hijau merah
·         Kromoplas
Krmoplas adalah plastida yang member aneka ragam  warna nonfotosintesis. Pigmen yang termasuk dalam kromoplas adalah :
1.      Katotenoid memberikan warna kuning, orange, merah atau cokelat pada daun, bunga dan buah. Pigmen tersebut dapat dibedakan jadi dua yaitu : karoten (warna jingga pada wortel) dan xantofil (warna kuning pada mahkota bunga).
2.      Fikosianin memberikan warna biru pada ganggang.
3.      Fikosantin memberikan warna cokelat pada ganggang.
4.      Fikoeritrin memberikan warna merah pada ganggang.
d.      Vakuola
Vakuola atau rongga sel adalah suatu rongga atau kantong berisi cairan yang dikelilingi oleh selapis membrane. Vakuola mempunyai bentuk, ukuran, dan fungsi berbeda-beda. Fungsi vakuola berhubungan dengan fungsi lisosom.
Pada sel tanaman, vakuola pusat berfungsi sebagai tempat penyimpanan, dan berperan dalam pertumbuhan sel dan berfungsi sebagai lisosom besar. Sel tumbuhan memiliki vakuola tengah berukuran besar dan dikelilingi oleh membrane tonoplas yang memiliki beberapa fungsi yaitu :
1.      Membangun turgor sel.
2.      Mengandung pigmen antosianin.
3.      Mengandung enzim hidrolitik yang bertidak sebagai lisosom saat sel masih hidup.
4.      Menjadi tempat penimbunan sisa-sisa metabolisme. Pada tumbuhan tertentu dapat menyimpan lateks (getah). Sel khusus dengan tugas menampung lateks disebut latisifer.
5.      Tempat penyimpanan cadangan makanan bagi sitoplasma seperti sukrosa dan garam mineral terlarut.
Pada protista vakuola kontraktil berfungsi sebagai pengatur air. Sel hewan memiliki vakuola yang jumlah dan ukurannya lebih kecil dari sel tumbuhan. Jenis jenis vakuola dan fungsinya yang ada di sel hewan :
·         Vakuola Kontraktil : menjaga tekanan osmotik cairan sitoplasma dengan cara mengisi atau mengeluarkan air dari vakuola. Vakuola jenis ini juga mengatur pH.
·         Vakuola Makanan atau Vakuola Endositosis : menelan makanan (biasanya pada sel phaga/pemakan) dan mencernanya dengan enzim. Terbentuk melalui pelengkungan membran sel ke arah dalam.
·         Vakuola Sekresi atau Vakuola Eksositosis : membuang substrat. Kebalikan dari vakuola makanan. Pergerakan dan penempelan vakuola ini ke membran sel akan membuat membran sel terbuka sehingga terbentuk lengkungan pembuang. Vakuola ini biasa terbentuk dari vesikel golgi atau vakuola penyimpan zat buangan.
·         Vakuola Bunuh Diri atau Vakuola Litik : vakuola yang diisi enzim penghancur seperti misalnya lisosom agar sel yang tua atau rusak dapat dihancurkan secara otomatis.
·         Vakuola Penyimpan : vakuola yang fungsinya menyimpan suatu substrat, baik yang merupakan zat berbahaya maupun cadangan makanan.

Perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan dalam bentuk tabel.
Bagian-bagian sel
Sel tumbuhan
Sel hewan
Membran plasma
Ada
Ada
Dinding sel
Ada, dinding sel kuat dan mengalami penebalan terdiri dari selulosa (serat kayu).
Tidak ada, plasma tipis lentur dan tak mengalami penebalan.
Nukleus
Ada
Ada
Sitoplasma
Ada
Ada
RE
Ada
Ada
Ribosom
Ada
Ada
Kompleks Golgi
Ada
Ada
Lisosom
Ada
Ada
Mitokondria
Ada
Ada
Kloroplas
Ada
Tidak ada
Vakuola
Ada (besar)
Tidak ada, kecuali hewan uniseluler (protozoa)
Sentriol
Tidak ada, kecuali tumbuhan tingkat rendah
Ada (dua sentriol pada sentroma)
Sentrosom
Tidak ada, kecuali tumbuhan tingkat rendah
Ada
Plastida
Ada
Tidak ada
Mikrofilamen
Ada
Ada
Tonoplas
Ada
Tidak Ada
Plasmodesmata
Ada
Tidak ada
Bahan makanan
Disimpan dalam bentuk zat pati atau protein.
Disimpan dalam bentuk glikogen dan lemak.


BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Dari pembahasan makalah pada halaman atas dapat disimpulkan bahwa sel utama tersusun atas Membran Plasma, Nukleus, dan Sitoplasma. Sedangkan organel sel tersusun Cilia/Flagela, Retikulum Endoplasama (RE), Mitokondria, Lisosom, Ribosom, Apparatus golgi (Badan Golgi), Badan Mikro, dan Skeleton.
Organel yang dimiliki sel hewan adalah sentriol, sedangkan vakuola pada sel hewan hanya sedikit dan kecil, bahkan tidak ada. Sedangkan organel yang dimiliki tumbuhan adalah dinding sel, kloroplas, plastida dan vakuola.
4.2 SARAN
Kita sebagai mahasiswa-mahasiswi seharusnya lebih memperdalam masalah makhluk hidup. Namun, tak sesama manusia saja kita saling mengenal. Kita sebagai manusia juga harus mengenal lebih dalam masalah tumbuhan, terutama pada pembahasan makalah ini, yaitu mengenai hewan dan tumbuhan yang tersusun atas sel-sel. Hewan yang tersusun oleh sel-sel yang sedemikian rupa harus kita ketahui serta kita renungi dan kita kaji lebih dalam. Dengan begitu kita akan selalu merasa betapa besar kuasa Allah SWT.
  
BAB V
DAFTAR PUSTAKA
Sumber internet :
sumber buku :
Ngili Yohanis., 2013. Biokimia Dasar. Penerbit Rekayasa Sains, Bandung
Priadi Arif, 2010. Biologi. Penerbit Yudhistira
Suprapto, 2006. Biologi. Penerbit Putra Kertonatan, Solo
Suspriyati Ninik, 2012. Biologi. Penerbit Masmedia, Sidoarjo